Selamat Datang di anwarmuzacky Blogs

Selasa, 24 Juli 2012

Mengimani Adanya Malaikat Allah


Malaikat
Ketika manusia sedang tertidur pulas,bahkan terkadang tidak sadar mengeluarkan air liur,menggaruk dan sampai selimutnya tersingkap.Anehnya mengapa tidak ada semut ataupun serangga yang mengerumuni tubuh kita.padahal jika seseorang sudah mati,begitu cepat serangga-serangga mengerumuni mayat tersebut.
Misteri ini terjawab dalam riwayat nabi “ Bahwa salah satu fungsi malaikat pendamping manusia adalah menjaga dan melindungi manusia tersebut dari berbagai macam hewan selama ia masih dalam keadaan hidup “.Begitu nyawa manusia meninggalkan jasadnya maka malaikat dan jin pendamping manusiapun segera meninggalkannya.Alhasil bukan hanya semut dan serangga saja yang berkerumun dan menggerogoti tubuh kita bahkan bakteri baik dalam tubuhpun ikut andil dalam menikmati setiap inci dari tubuh kita.Ada kisah Askhabul Kahfi yang disebutkan dalam QS. Al-Kahfi yaitu mengenai kisah beberapa pemuda yang tidur di dalam sebuah gua hingga lebih dari 300 tahun lamanya tetapi jasad mereka tetap utuh.Tubuh mereka tetap dalam keadaan sehat dan tanpa ada serangga ataupun cacing tanah yang mencoba mencabik-cabiknya.
Itulah salah satu kebesaran Allah SWT. yang disampaikan kepada manusia melalui utusan-Nya yaitu para malaikat.Mereka senantiasa tunduk kepada Allah yang telah menciptakannya dari cahaya ( Nur ).Karena malaikat tercipta dari non materi maka mereka tidak bisa terlihat oleh kasat mata.Malaikat bisa dilihat sejauh malikat itu menghendaki dirinya untuk dilihat oleh manusia.Tentu dibarengi dengan tingkat keimanan seseorang dengan adanya utusan Allah yaitu malaikat.Dan mengimani adanya malaikat ini merupakan salah satu rukun iman yang kedua setelah kita mengimani adanya Allah SWT.Jika kita benar-benar telah mengimani adanya malaikat utusan Allah,maka segala ucapan dan tindakan kitapun akan lebih dipertimbangkan lagi.Misalnya ketika bulan Ramadhan seorang pemuda makan di kantin tempat kerja,ia tahu bahwa tindakkannya itu tidak akan diketahui oleh orang tuanya,tapi jika ia yakin dengan adanya dua malaikat yang senantiasa mencatat perbuatannya maka ia tidak akan melakukan hal buruk tersebut.Karena dia sadar apa yang dikerjakannya akan mendapat balasan dari Allah SWT.
Untuk itu mari kita sama-sama meningkatkan iman kita,sempurnakan rukun iman yang enam,Bagaimana kita iman kepada Allah,Malaikat Allah,kitab-kitab Allah,Rosul Allah,Hari Ahir,serta iman kepada Takdir atau ketentuan Allah.Dengan semakin kita memperbaiki iman kita maka akan semakin baik pula tujuan hidup kita.Dan semoga Allah selalu memberikan petunjuk kepada orang yang beriman yang senantiasa memperbaiki diri dengan keimanan yang di anugerahkan Allah kepadanya.

Syirik dan Kufur


Ketika kita telah banyak berbicara tentang syirik dan kufur,nampaknya perlu difahami apa dan bagaimana kufur itu terjadi?Seperti orang yang meminta do’a ketika ia masih hidup,karena ia orang shalih atau Nabi maka hal ini tidak dilarang.Sementara apabila meminta do’a setelah mereka yang dianggap keramat itu mati, kata Ibnu Taimiyah,maka hal itupun tidakmenjadikanya syirik,akan tetapi menjerumuskanya kedalam kemusyrikan,atau meminta do’a kepada orang yang tidak ada di hadapanya (tapi masih hidup),inipun dapat menjerumuskan kepada kemusyrikan.Atau ia seketika melihat seorang Nabi atau malaikat kemudian ia berkata do’akanlah aku inipun tidak dikatakan musyrik.Adapun ketika permohonannya ditujukan kepada orang sudah mati,maka jelaslah ia telah musyrik.
                Sudah dimaklumi bahwa malaikat sesungguhnya mendo’akan orang-orang mu’min.Sebagaimana firman Alloh yang mempunyai arti:
“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada disekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kapada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan); “Ya Tuhan kami,rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu,maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala”. (Al-Mu’min:7)
                Seorang tidak dibolehkan meminta tolong kepada seorang syeh yang sudah mati atau tidak hadir,demikian halnya kepada para Nabi ,seperti ia berkata: tuanku,tolonglah aku,selamatkanlah.Hal semacam ini,kata Ibnu Taimiyah,adalah musyrik.
                Sebagian orang datang ke kuburan seorang syeh yang dipersekutukan olehnya dan suka diminta tolong,kemudian tiba-tiba turun atau datang kepadanya dari udara semacam makanan atau sebuah senjata atau yang lainnya yang ia minta.Kemudian diduga bahwa itu adalah keramat milik syehnya.Padahal,sesungguhnya ia dari syetan.Kata Ibnu Taimiyah ini adalah penyebab utama penyembahan berhala pada manusia dulu.Ibrahim as berdo’a; “Dan(ingatlah),ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku,jadikanlah negeri ini(Mekah),negeri yang aman,dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala”.(Ibrahim:35).Atau seperti perkataan Nuh as,: “Ya Tuhanku,sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari pada manusia” .(Ibrahim:36).
                Dan dimaklumkan bahwa sesungguhnya batu tidaklah menyesatkan manusia,hanya saja manusianya yang sesat kepercayaan.Karena tidak seorangpun dari penyembah berhala menganggap bahwa batu atau sembahannya telah menciptakan langit dan bumi,akan tetepi mereka menjadikannya sebagai perantara semata,mereka membentuknya dengan rupa para Nabi atau orang-orang shaleh.Di antara mereka ada yang membentuknya sebagai gambaran dari rumus-rumus bintang,matahari atau bulan,sebagian yang lain membentuknya memang untuk jin atau malaikat.Yang disembah mereka sesungguhnya adalah jin atau malaikat itu,bukan patungnya.Sesungguhnya dalam waktu yang sama ia tengah menyembah syetan.
“Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Alloh mengumpulkan mereka semuanya kemudian Alloh berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?”.Malaikat-malaikat itu menjawab:”Maha Suci Engkau.Engkaulah pelindung kami,bukan mereka:bahkan mereka telah menyembah jin;kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”. (Saba’:40-41)
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin,maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan”.(al-Jin:6),
                Ayat ini berbicara tentang kebiasaan orang jahiliyah di Mekah,apabila meleati tempat sunyi mereka meminta perlindungan kepada jin atau syetan yang berkuasa ditempat itu.Tapi secara umumnya,nash ayat ini bisa disejajarkan dengan orang yang saling tolong-menolong dengan jin atau orang yang memelihara jin.
                Demikian halnya dengan jampe atai azimat (non arab) yang mengandung nama-nama jin yang dijadikan do’a dan dijadikan permintaan tolong,kemudian syetan menuruti kehendaknya dengan hal itu.Bagi Ibnu Taimiyah,ini adalah termasuk jenis sihir dan syirik.